Sawah Pencerahan Agung Afgani

Lahan Menggapai Kebebasan Berpikir

Hati-hati Obama !!!

Beberapa waktu belakangan ini kita disajikan berita tentang keberhasilan Barrack Hussein Obama Jr memenangi proses pemilihan umum Amerika Serikat 2008 secara telak. Dan nampaknya dunia pun langsung ‘bergembira’ karena sosok ini sangatlah berbeda jika dibandingkan dengan George W. Bush, presiden saat ini. Selain mereka berasal dari partai yang berbeda, Obama dari Partai Demokrat dan Bush dari Partai Republik, Obama dianggap lebih kalem dan tidak gila perang seperti Bush. Selain itu, Obama adalah sosok yang merepresentasikan seorang minoritas yang akhirnya bisa sukses melenggang ke posisi AS 1. Sudah menjadi rahasia umum jika Amerika ‘menetapkan’ aturan tak tertulis bagi presiden-presidennya. Presiden itu haruslah seorang kulit putih, keturunan Anglo-Saxon, dan beragama protestan. Nah sekarang silakan cocokkan Obama pada syarat-syarat di atas. Tidak ada yang match ! Obama seorang kulit hitam, dia keturunan Afrika, dan meski juga beragama protestan, sekte gereja Obama ini termasuk minoritas. Hal ini juga yang kemudian menimbulkan kekhawatiran pada saya pribadi. Apa itu ? Let’s see

 

Pertama, meskipun Amerika Serikat sering mengklaim diri sebagai negara kampiun demokrasi tapi pada kenyataannya negara ini masih sangat bermasalah dengan perbedaan. Dimulai dari pengucilan secara sistematis pada suku minoritas Indian hingga masalah rasisme yang hingga kini belum tuntas tas. Di samping kebahagiaan atas keberhasilan Obama, saya juga teringat kembali pada kasus yang terjadi pada John Fitzgerald Kennedy (JFK). Mungkin tidak banyak yang tahu jika JFK pun seorang minoritas. Ia, meski berkulit putih, tapi keturunan Irlandia dan beragama Katolik. Meski ia adalah salah satu pahlawan perang AS saat perang dunia ke-2, tapi ia cukup banyak mendapat resistensi dari sosoknya yang berbeda itu. Menurut pengamatan pribadi saya berdasar pada sumber-sumber yang saya baca, selain karena ia adalah seorang minoritas, JFK tak mampu menahan arus kepentingan yang begitu kuat ketika ia mulai berkantor di Gedung Putih. Tekanan demi tekanan datang dan silih berganti. Hingga akhirnya mengapa ia terbunuh masih menjadi misteri bahkan sampai detik ini. Tapi saya pribadi berkeyakinan bahwa unsur minoritas yang ada dalam tubuh JFK ini turut berpengaruh pada hilangnya nyawa dia. Kebijakan Bush bahkan jauh lebih gila dari JFK. Amerika Serikat terus merosot di sektor anggaran karena kebijakan sintingnya. Tapi kenapa ia tetap hidup hingga sekarang ? Kita tidak tahu pasti apa sebabnya.

 

Obama dan JFK punya riwayat background yang mirip. Sedikit dari minoritas yang bisa sukses menuju tampuk kekuasaan. Tapi Amerika tetaplah Amerika, yang tidak bisa menerima perbedaan atas common sense yang ada. Sebelum dinyatakan sebagai pemenang, dalam masa kampanye, Obama sudah harus menerima ancaman pembunuhan. Ketika dia terpilih pun, resistensi semakin kentara, baik dari lawan politik maupun dari warga Negara. Bahkan ada satu warga di suatu negara bagian Amerika dengan sengaja mengibarkan bendera nasional secara terbalik sebagai protes atas terpilihnya Obama. Sama kacaunya dengan Indonesia. Atas dasar itulah maka kekhawatiran saya tadi cukup beralasan. Namun saya juga akan mendoakan yang terbaik untuk kesuksesan Obama. Tapi juga saya akan meminta pada Tuhan agar Obama nanti tidak kehilangan nyawanya hanya karena ia tidak bisa lebur dengan pola lobby Gedung Putih seperti apa yang dialami JFK. Selamat dan hati-hati Obama !!!

Iklan

November 27, 2008 - Posted by | Tulisan-tulisan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: