Sawah Pencerahan Agung Afgani

Lahan Menggapai Kebebasan Berpikir

Ambiguitas Din Syamsudin

Salam…

 

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat terhenyak ketika membaca running news di TVONE. Di sana tertulis berita singkat tentang komentar Din Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah, mengenai kasus Ahmadiyah. Berikut komentar-komentar yang tertulis,

1. Ahmadiyah masih di dalam pagar Islam,

2. Jangan paksa Ahmadiyah keluar dari Islam,

3. Ajak kembali Ahmadiyah masuk Islam dengan damai.

Bagi saya, komentar ini sangat menggelikan. Ambigu pertama, jika kita masih ingat bagaimana komentar Din pada waktu kasus Ahmadiyah ini pertama kali muncul. Dengan entengnya dia bilang, “Ya kalau mau, Ahmadiyah itu jadi agama baru saja.” Nah sekarang dia bilang apa ?!

 

Pada komentar baru-baru ini jelas terdapat ambiguitas. Komentar pertama dengan yang ketiga, sangat bertentangan. Jika memang Ahmadiyah masih di dalam pagar Islam, lalu mengapa harus diajak kembali ke Islam dengan damai ?! Apakah ‘pagar’ itu bukan bagian dari ‘rumah’ ?! Lalu mengapa orang yang sudah berada dalam ‘pagar’ diajak masuk ke dalam ‘rumah’ kembali ?! Lucu banget !!!

 

Ada satu lagi yang bikin saya agak kurang sreg dengan Din Syamsudin. Setiap kali ada kasus tentang keagamaan atau yang lain, Din Syamsudin selalu nongol memberikan komentarnya, meskipun banyak yang konyol juga komentarnya. Berbeda dengan organisasi lain, NU misalnya. Mereka terkesan diam secara arif dalam menanggapi sesuatu. Hal-hal tentang keberagaman bukan sesuatu yang aneh buat NU. Justru masalahnya sekarang adalah Muhammadiyah, yang notabene didirikan dengan maksud pembaharuan, semakin emoh dengan pembaharuan dan keberagaman. Muhammadiyah sudah sedemikian kolot dalam menanggapi permasalahan yang muncul.

 

Bagaimanapun, Din Syamsudin sebagai seorang leader salah satu organisasi terbesar di Indonesia, haruslah semakin hati-hati dalam menanggapi kasus, apalagi yang menyangkut masalah keyakinan. Seharusnya sebagai organisasi progresif, Muhammadiyah bijak dalam menanggapi perbedaan dalam pemahaman suatu keyakinan. Din Syamsudin juga jangan mengeluarkan komentar yang memberi angin kepada kaum garis keras untuk melakukan intimidasi pada golongan minoritas. Menurut saya ini malah bertentangan dengan semangat Muhammadiyah yang berniat memberi interpretasi baru terhadap pemahaman keagamaan.

 

Dan satu lagi, sebaiknya Din Syamsudin jangan sering-sering muncul di media jika hanya memberikan komentar-komentar yang ambigu. Jika tidak, saya sebagai anak asuh Muhammadiyah akan mencap Din syamsudin sebagai Banci Publikasi.

 

Wallahu a’lam bishawab…

 

-Agung Afgani-

Iklan

April 21, 2008 - Posted by | Tulisan-tulisan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: