Sawah Pencerahan Agung Afgani

Lahan Menggapai Kebebasan Berpikir

Imam Ali ibn Abi Thalib Mengajarkan Toleransi

Tertera dalam Kitab Nahj al-Balaghah, Surat ke-19

Surat Imam Ali untuk salah seorang Gubernurnya. Memperlihatkan bagaimana Imam Ali ibn Abi Thalib mendidik kaum Muslim untuk toleran terhadap agama lain, bagaimana memperlakukan kaum minoritas, dan bagaimana harapan penduduk yang berbeda ideologi, prinsip atau keyakinan terhadap penguasa Muslim.

“Setelah merujuk kepada Allah dan memanjatkan pujian untuk Nabi Suci SAW, ketahuilah bahwa orang-orang dusun dan petani di berbagai provinsi kekuasaan Anda mengeluhkan arogansi dan kekejaman Anda. mereka megeluh kenapa Anda menganggap rendah, hina dan tak ada artinya mereka. Aku kaji dalam-dalam keluhan mereka, dan aku dapati bahwa lantaran mereka menyembah berhala maka mereka tidak layak diperlakukan dengan baik, padahal mereka tidak boleh diperlakukan dengan kejam dan kasar. Mereka adalah rakyat kita. Mereka telah membuat kesepakatan tertentu dengan kita. Dan kewajiban kitalah untuk menghormati pasal-pasal kesepakatan itu.

Karena itu, untuk ke depannya perlakukan mereka dengan baik, toleran kepada mereka, dan hormatilah mereka dengan semestinya, namun sekaligus jagalah status dan reputasi Anda, dan jangan lindungi posisi dan kehormatan otoritas yang Anda pegang. Dalam menjalankan roda pemerintahan, lakukan dengan tangan yang lembut namun kuat. Perlakukan mereka dengan perlakuan yang layak mereka terima sebagai individu, dengan lembut atau dengan keras, dengan hormat atau dengan tidak hormat.”

Imam Ali yang terkenal sebagai pintu kota ilmu Rasulullah SAW pun menganjurkan untuk bertoleransi, bahkan terhadap agama lain. Ahlul dzimmi yang membayar segala kewajibannya maka haknya sama dengan Muslim itu sendiri. Suatu kemutlakan jika kita harus menghormati orang asing. Nabi Suci SAW pun mensyaratkan demikian dalam sabdanya, “Barangsiapa yang menyakiti orang asing, maka dia menyakiti aku. Dan barangsiapa yang menyakiti aku, maka ia menyakiti Allah.” Kewajiban kita untuk toleran terhadap orang lain, bahkan pada musuh kita pun. Semoga umat Islam bisa belajar dari Imam Ali juga para teladan toleransi yang lain. Amin…

Wallahua’lam bishawab…


-Agung Afgani-

Iklan

April 10, 2008 - Posted by | Tulisan-tulisan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: