Sawah Pencerahan Agung Afgani

Lahan Menggapai Kebebasan Berpikir

Mana Yang Lebih Penting, Membersihkan Noda di Baju Kita atau Membersihkan Noda di Baju Orang Lain?

Salam…

Semoga pujian senantiasa terhatur pada Allah, Tuhan semua manusia…

Apakah lebih penting jika kita lebih memperhatikan noda di baju kita, tapi kita punya kesempatan berbuat baik dengan membersihkan noda di baju orang lain? Mana yang lebih krusial? Mana yang kita pilih, egoistisme atau lingkungan sosial kita? Apa itu noda? Ada fakta yang mengatakan bahwa semakin orang merasa dekat dengan Tuhannya, tanpa sadar semakin jauh orang itu akan dunia sosialnya. Apa yang terjadi?!! Sebenarnya adalah lebih baik hangus baju kita daripada melihat baju orang lain bernoda sekalipun. Coba kita memahami jalan hidup orang-orang saleh. Mereka tanpa ragu mengorbankan diri dan kepentingannya, hanya untuk melihat orang lain berbahagia. Jadi sekali lagi, apakah kita merasa nyamanjika noda itu menempel di baju sendiri, tapi baju orang lain yang bernoda ? Inilah adalah puncak dari segala manifestasi ibadah sosial. Dalam Qur’an sendiri disebut sebuah statistik yang membandingkan jumlah ayat ibadah dan ayat sosial dengan perbandingan 1:100. Bisakah kita sepakati bahwa ibadah sosial itu tidak kalah penting (bahkan di atas) dari ibadah formal macam shalat, puasa, dan bla… bla… bla…

Sebagai intermezzo. Menurut kabar surga itu terdiri dari beberapa pintu. Dengan asumsi bahwa seseorang bisa mencapai surga tanpa harus susah payah antri di satu pintu. Bijaksanakah kita hanya membuka satu pintu dan memaksa menutup kemungkinan mencapai surga dari arah lain? Dari mana engkau tahu bahwa jalanmu itu merupakan satu-satunya jalan yang benar ke arah kebenaran? Apakah Tuhan sendiri yang datang padamu untuk mengabarkan kepastian seperti itu? Ataukah yang memberitahumu itu hanya seorang ‘alim’ yang menyamar jadi Tuhan?

Kawan… Bahkan tujuan Tuhan menciptakan manusia pun hanyalah Dia sendiri yang tahu. Kita ini merupakan manifestasi tertinggi dari Tuhan. Maka kita pun harus berjalan dengan apa yang digariskan Tuhan. Tapi jangan sampai berlagak menjadi Tuhan.

Ada banyak yang harus dipikirkan, sebelum menjustifikasi sebuah permasalahan. Ada banyak hal yang perlu didiskusikan, sebelum mengucapkan sesuatu. Karena jika tidak, kita jadi orang yang hanya peduli pada putihnya baju kita, tapi membiarkan baju orang lain hangus terbakar tanpa ada inisiatif sekalipun untuk menolongnya. Semoga Tuhan tidak tertawa ketika melihat hal ini.

Wallahu’alam bishawab…

-Agung Afgani-

Iklan

Maret 16, 2008 - Posted by | Tulisan-tulisan

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: